MATEMATIKA ITU PUITIS MATEMATIKA ITU ROMANTIS

"Matematika itu Puitis, Matematika itu Romantis" rasanya mungkin aneh jika di dengar oleh anda. Apalagi jika anda adalah salah satu yang sangat membenci matematika. Dalam dunia pendidik, matematika telah menjadi momok tersendiri bagi siswa/i. Matematika begitu menakutkan, membosankan, ditambah lagi dengan gurunya yang garang dan menegangkan😀. Tapi tahukah Anda jika matematika itu tidaklah demikian, matematika itu ternyata juga bisa amat puitis dan romantis. Tidak percaya??? berikut ini beberapa contoh bahwa matematika bisa membuat Anda baper sendiri, hehe.
Kamu bisa ragukan bahwa 2 + 2 = 4
Kamu bisa ragukan bahwa 2x2 = 4
Bahkan kamu juga bisa ragukan bahwa 22 = 4
Tapi, jangan pernah ragukan bahwa hanya padamu hatiku terpikat
Kamu tahu istriku? cintaku padamu ibarat tan 90,
yang jika dihitung hasilnya selalu saja tak terhingga
I love u 💕
Cintaku padamu akan selalu tegak
seperti garis singgung lingkaran terhadap jari-jarinnya
Akan selalu utuh, seutuh bilangan bulat
Takkan terpecah bagaikan bilangan cacah.
Cieeeee,.. .... so sweet,... romantis bukan? apakah Anda sudah melihat kekuatan cinta dalam matematika?. Apa masih kurang bukti cinta dari matematika padamu? Oke, saya akan menambahkan beberapa lagi bukti bahwa matematika penuh cinta, buat kamu.

matematika itu romantis dan puitis
Dari sudut terkecil itu
terdapat suatu variabel yang tak tentu
irisan itu ada dalam hatiku
telah ku logaritmakan, namun juga tak tertemu
variabel apakah dirimu???
Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?

Kulihat variabel x dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu

Modus ponen,podue tollens,..
entah dengan modus apa lagi kusingkap
logika hatimu...
Beribu-ribu matriks ordo 2×2 telah kutempuh
Untuk bisa mengungkap adjoinku padamu

Kujalani tiap barisan geometri yang tak terhingga,...
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung...

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada pukul 10.54 9/16
Kini kau menjadi istriku
Gimana setelah membanca isi pesan mahasiswi kepada dosennya di atas, yakin Anda tidak baperan?? Puitis bukan??. 

So,... ternyata matematika itu memang tidak selamanya membosankan, kadang matematika bisa dijadikan hal-hal romantis, puitis, atau gombalan-gombalan yang bisa kamu gunakan untuk orang tersayang. Jadi jangan ragu untuk mencintai matematika, kalau bisa sayangilah matematika dan guru-gurunya, ckckck. Sampai disini saja postingan saya hari ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya 😊.

2 komentar:

  1. Idih ini kata-kata keren banget ya, diluar dugaan, hehe. mantab min.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah klo matematika sudah jatuh cinta, ckckck

      Delete