5 Manfaat Penerapan Ekonomi Syariah

5 Manfaat Penerapan Ekonomi Syariah. Menurut perspektif keyakinan umat muslim setiap aktivitas apapun yang didasarkan pada tuntunan syariah akan membawa manfaat bagi kehidupannya. Dengan mengamalkan ekonomi syariah jelas akan banyak manfaat yang besar bagi umat Islam itu sendiri. Berikut ulasan mengenai 5 manfaat penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan.

Manfaat Ekonomi Syariah

1. Keberkahan
Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah akan mendapatkan keuntungan duniawi dan ukhrawi. Banyak yang sudah menjalankan kemudian memberi testimoni bahwa salah satu keuntungan bentuk harta yang halal adalah keberkahan.

2. Tidak Ada Pihak yang Dirugikan
Dengan melakukan praktek ekonomi berdasarkan syariah Islam, selain mendapatkan nilai ibadah akan ada keadilan di dalamnya. Sistem pembagian keuntungan ekonomi syariah ditetapkan dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati semua pihak. Dalam hukum Islam, apabila terdapat satu atau lebih pihak yang merugi karena pengambilan keuntungan yang terlalu besar diluar kesepakatan maka hal ini merupakan penganiayaan dan hukumnya haram.

3. Distribusi Merata
Dalam skala makro dapat dipastikan penerapan ekonomi syariah akan memeratakan distribusi pendapatan dan kekayaan seperti halnya pada masa Abdullah Ibnu Umar. Dari sinilah peran zakat, infaq sadaqah juga athaya oleh negara kepada masyarakatnya.

4. Tahan Terhadap Krisis
Banyak pakar yang mengakui salah satu keuntungan ekonomi syariah adalah tahan krisis. Ekonomi syariah dapat mengurangi kerentanan perekonomian akibat fenomena yang disebut sebagai decoupling economy. Melalui sistem bagi hasil, ekonomi syariah membuat tidak adanya jarak antara sektor keuangan dan sektor rill.

5. Pertumbuhan Entrepreneur Tanpa Riba
Sistem penerapan ekonomi syariah memiliki prinsip bagi hasil (lost and profit sharing) yang merupakan implementasi keadilan dalam roda perekonomian. Salah satu cerminannya adalah dalam produk-produk mudharabah dan musyarakah yang telah diterapkan di Singapura dan Inggris. 

Dalam penerapan transaksi ekonomi mudharabah, dimana pemilik modal (financer) dan pengelola (enterpreuneur) bersepakat dalam satu proyek jika mendapatkan keuntungan maka masing-masing akan mendapat bagian sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan di dalam kontrak. Sementara apabila mengalami kerugian, maka pihak pertama saja yang kehilangan sebagian dari modalnya. Sedangkan pihak kedua kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nisbah keuntungan dan imbalan dari hasil kerjanya selama proyek berlangsung.

0 komentar

Post a Comment