Materi Rasio Likuiditas dan Contoh Soal

Ratio Likuiditas [Analisis Laporan Keuangan]
Pada kesempatan ini saya kembali menyajikan materi kuliah untuk jurusan akuntansi. Materi yang akan kita bahas pada saat ini adalah "Materi Rasio Likuiditas", selain materi kita juga kan membahas beberapa contoh tentang "Teori Likuiditas" yang mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa/i akuntansi di kampus manapun anda berada saat ini, hehehe.

Pengertian Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas atau sering juga disebut "rasio modal kerja" adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusaan. Dengan artian, rasio likuiditas berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban/utang pada saat jatuh tempo.

Ketidak mampuan perusahaan membayar kewajiban terutama utang jangka pendek yang sudah jatuh tempo disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama, boleh jadi dikarenakan perusahaan memang sedang tidak memiliki dana sama sekali. Faktor kedua, mungkin saja perusahaan memiliki dana, namun saat jatu tempo perusahaan tidak memiliki dana yang cukup secara tunai sehingga harus menunggu dalam waktu tertentu, untuk mencairkan aktiva lainnya seperti menagih piutang, menjual surat-surat berharga, atau menjual sediaan (aktiva) lainnya.

Penyebab utama kejadian kekurangan dan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban tersebut adalah akibat kelalaian manajemen perusahaan dalam menjalankan usahanya. Sebab lainnya, sebelumnya pihak manajemen perusahaan tidak menghitung rasio keuangan yang diberikan sehingga tidak mengetahui bahwa sebenarnya kondisi perusahaan sudah dalam keadaan tidak mampu lagi karena nilai utangnya lebih tinggi dari harta lancarnya.
Fred Waston mengatakan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.
Dengan kata lain, rasio likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar perusahaan (likuiditas badan usaha) maupun di dalam perusahaan (likuiditas perusahaan).
James O. Gill juga menyebutkan rasio likuiditas mengukur jumlah kas atau jumlah investasi yang dapat dikonversikan atau diubah menjadi kas untuk membayar pengeluaran, tagihan, dan seluruh kewajiban lainnya yang sudah jatuh tempo.
Terdapat dua hasil penilaian terhadap rasio liquiditas, yaitu apabila perusahaan mampu memenuhi kewajibannya, dikatakan perusahaan tersebut dalam keadaan likuid. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan tersebut dikatakan dalam keadaan illikuid.
Contohnya:Sebuah perusahaan memiliki utang yang segera jatuh tempo senilai Rp 500.000.000,-, sementara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan adalah sebesar Rp 530.000.000,-, maka perusahaan ini dikatakan likuid. Sebaliknya, jika aktiva lancar yang dimiliki perusahaan hanya sebesar Rp 480.000.000,-, maka perusahaan ini dikatakan illikuid karena tidak mampu membayar utang dengan seluruh aktiva lancar yang dimiliki.
Ukuran perusahaan yang baik tidak hanya sekedar likuid saja, tetapi harus memenuhi standar likuiditas tertentu sehingga tidak membahayakan kewajiban lainnya. Dalam praktiknya standar likuiditas yang baik adalah 200% atau 2:1.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Ada 5 (lima) jenis rasio likuiditas, yaitu:

1. Current Ratio (CR)

Current Ratio atau Ratio Lancar adalah ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih.

2. Quick Ratio (Acid Test Ratio)

Quick Ratio atau Ratio Cepat adalah ratio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan.

3. Cash Ratio

Rasio Kas atau Cash Ratio adalah alat untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Hal ini dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro dan tabungan.

4. Cash Turn Over

Cash Turn Over atau Ratio Perputaran Kas adalah ratio yang bermanfaat untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan.

5. Inventory to Net Working Capital

Inventory to Net Working Capital adalah ratio yang mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.

Tujuan & Manfaat Rasio Likuiditas

Adapun tujuan dan manfaat dari proses Ratio Likuiditas ini adalah:

  • untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek
  • untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa memperhitungkan sediaan
  • untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan
  • untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang
  • untuk mengukur seberapa besar perputaran kas
  • sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang
  • menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya
  • sebagai alat bagi pihak luar terutama yang berkepentingan terhadap perusahaan dalam menilai kemampuan perusahaan agar dapat meningkatkan saling percaya.
Contoh Soal Materi Ratio Likuiditas
  1. Jelaskan pengertian ratio likuiditas dan nilai penting ratio tersebut bagi perusahaan
  2. Uraikan jenis-jenis ratio likuiditas yang saudara ketahui secara lengkap
  3. Jelaskan tujuan serta manfaat yang dapat dipetik perusahaan dengan mengetahui ratio likuiditas
  4. Jelaskan secara singkat rumusan yang digunakan untuk mencari rasio likuiditas secara keseluruhan
  5. Jelaskan apa yang menjadi standar sebagai pembanding rasio likuiditas secara keseluruhan untuk melihat kinerja perusahaan
Note: Untuk mendapatkan jawaban cari Soal Materi Likuiditas di atas, teman-teman silahkan membacanya kembali dari awal, karena jawabannya sdah tertera pada artikel ini.
Akhir Kata ..........
Semoga tulisan tentang Materi Rasio Likuiditas dan Contoh Soal bermanfaat bagi teman-teman pembaca, khusunya yang sedang kuliah di jurusan akuntansi. Semua kritik dan saran bisa teman-teman sampaikan melalui kotak komentar di bawah.

0 komentar

Post a Comment